Warga Siantar Protes Pembangunan Perumahan Griya Singa Mas ... in Property

Rabu, 01 September 2010

Warga Siantar Protes Pembangunan Perumahan Griya Singa Mas ... in Property

https://propertinyaman.blogspot.com/2010/09/warga-siantar-protes-pembangunan.html

Tema Tulisan : Properti Rumah dan Info Properti Gratis
Judul Posting : Warga Siantar Protes Pembangunan Perumahan Griya Singa Mas ... in Property : Properti Rumah dan Info Properti Gratis
Blog url : https://propertinyaman.blogspot.com/2010/09/warga-siantar-protes-pembangunan.html
Link Url : https://propertinyaman.blogspot.com/2010/09/warga-siantar-protes-pembangunan.html
kontes seo : peluang bisnis online tanpa ribet


Warga Siantar Protes Pembangunan <b>Perumahan</b> Griya Singa Mas <b>...</b> in Property


Warga Siantar Protes Pembangunan <b>Perumahan</b> Griya Singa Mas <b>...</b>

Posted: 01 Sep 2010 04:42 PM PDT

PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Sekitar puluhan warga di Jalan Kabu-Kabu Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Rabu 1 September 2010 mendatangi lokasi pembangunan perumahan milik PT Griya Singa Mas.

Kedatangan para warga ini untuk menyampaikan protes terkait pembangunan yang telah berjalan sekitar dua bulan. Pasalnya, pembangunan tembok penahan sepanjang lima meter persisnya di Jalan Kabu-Kabu telah menyebabkan badan jalan semakin sempit. Selain itu, sejak dilakukannya pengerasan tanah dengan mesin menyebabkan kebisingan serta rumah sebagian warga mengalami retak-retak, termasuk tembok penahan yang telah dibangun sebelumnya.

Salah seorang warga Efendi Sihotang mengatakan sudah dua kali pihaknya menyurati kelurahan, Kecamatan Siantar Utara, wali kota, DPRD, dan Badan Pertahanan Nasional (BPN) sebagai bentuk protes dan penolakan atas rencana pembangunan tersebut.

Hanya saja, tidak mendapat tanggapan, kecuali dari pihak Kelurahan Kahean dengan melakukan pertemuan, antara warga yang protes dan pengusaha perumahan Griya Singa Mas. Dia menambahkan, ada dugaan jika pembangunan tersebut tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan mendesak pemerintah terkait untuk tidak mengeluarkan izinnya. Menurutnya, ini terbukti tidak ada dipasang plank IMB di lokasi pembangunan.

“Kami warga merasa keberatan dan meminta proyek itu dihentikan, karena menimbulkan ketidaknyamanan,” ujarnya.

Sementara itu, pengawas PT Griya Singa Mas yang berkantor di Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Sumut, Erdi Siahaan mengaku jika sudah ada IMB dikeluarkan Badan Pelayanan Izin Terpadu (BPIT), namun advis planingnya belum ada dan menunggu dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pematangsiantar.

Erdi Siahaan yang juga warga setempat, membenarkan selama penimbunan dan pengerasan tanah di lokasi tembok penahan, alat berat mengeluarkan suara bising.

Namun kebisingan itu hanya bersifat sementara dan masih sebatas wajar. Sedangkan rumah retak karena getaran alat berat, menurutnya, hal itu tidak masuk akal. Sedangkan penyempitan jalan, menurut Erdi, pengusaha membangun perumahan sesuai ukuran yang tertera dalam surat tanah yang dimiliki pengusaha.

“Terkait keluhan warga akan tetap ditanggapi perusahaan,” paparnya.

Ditempat terpisah, Kabid Tata Ruang Dinas PU Kota Pematangsiantar, Daniel Surbakti mengatakan, BPIT tidak ada meminta advis planning untuk pembangunan perumahan Griya Singa Mas. Dikatakannya, pihaknya malah sudah surati pihak Griya Singa Mas, supaya mengurus advis planingnya. (jansen)


Flat awam yang mampu bagi warga

Posted: 01 Sep 2010 03:22 PM PDT

Mudah cetak
E-mel

2 Sep 2010

KOMENTAR

Flat awam yang mampu bagi warga

BAK dijangka, pemerintah telah memperketat peraturan jual beli hartanah demi meredakan suasana panas di pasaran. Tetapi dapatkah tekad pemerintah kali ini, khususnya mengawal kenaikan harga flat Lembaga Perumahan dan Pembangunan (HDB), tercapai untuk meredakan kegiatan spekulasi atau mengaup untung? Isu ini bukan sekadar mengelak gelembung pasaran hartanah pecah sehingga menjejas ekonomi seperti yang berlaku di banyak negara lain. Malah, ia amat peka kerana menjejas sebahagian golongan pasangan muda yang merungut kerana sukar mendapatkan flat pertama mereka.

Namun langkah pemerintah bersifat hati-hati selepas mendapat maklum balas daripada orang ramai dan juga pemaju, termasuk hartanah privet. Flat HDB mengisi keperluan empat dalam lima penduduk Singapura. Dengan menambah bekalan, permintaan yang mendesak dapat diisi dalam jangka terdekat. Namun untuk mengurangi jual beli flat jualan semula, pemerintah memang wajar meningkatkan Tempoh Penginapan Minimum (MOP) bagi flat yang dibeli tanpa subsidi daripada tiga tahun kepada lima tahun.

Langkah mengenakan cukai setem dan meningkatkan jumlah wang tunai untuk membeli rumah juga menjejas spekulator. Namun dengan kadar pinjaman bank yang rendah, soal kecairan masih dapat ditangani oleh pembeli yang mungkin spekulator atau pelabur. Malah pemerintah juga perlu meninjau amalan ejen rumah yang mungkin antara penyebab spekulasi hartanah berlaku, terutama yang membabitkan penduduk tempat atau warga asing yang kaya. Namun soal hartanah privet lebih ditentukan oleh rentak pasaran, sedangkan bagi flat HDB yang merupakan teras perumahan Singapura, memang wajar pemerintah bertindak untuk mengawal keadaan.

Terlalu awal untuk menilai langkah terbaru pemerintah ke atas pasaran hartanah. Namun kesan terkini telah mula 'mengendurkan' rasa teruja di pasaran hartanah. Banyak lagi aspek hartanah, khususnya flat HDB, perlu diteliti terutama dalam membantu warga yang sering kesempitan wang sehingga terdesak menjual flatnya. Mungkin wajar dibentuk sebuah panel khas untuk mengkaji isu-isu perumahan untuk jangka panjang sedang demografi watan ini menua dan menampung jumlah penduduk yang optimum. Pokoknya, perumahan di sini perlu mampu dibeli penduduk untuk menjadikan watan ini tanah air idaman.





---Page Information
peluang bisnis online tanpa ribet URL : https://propertinyaman.blogspot.com/2010/09/warga-siantar-protes-pembangunan.html
TITLE : Warga Siantar Protes Pembangunan Perumahan Griya Singa Mas ... in Property
BLOG : https://propertinyaman.blogspot.com/2010/09/warga-siantar-protes-pembangunan.html
Rate : W3 Directory - the World Wide Web Directory
---End Information

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut