Dorong Pengembang Pemula Bangun RSh in Property |
| Dorong Pengembang Pemula Bangun RSh Posted: 03 Oct 2010 05:04 PM PDT SURABAYA - SURYA - Masih besarnya jumlah kebutuhan rumah yang harus dibangun (backlog), mendasari kalangan pengembang besar untuk mendorong masyarakat umum untuk menjadi pengembang dan membangun rumah sederhana sehat (RSh), khususnya di daerah-daerah kecamatan. Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim, Nurhadi mengatakan, seiring terus meningkatnya harga tanah, tak memungkinkan bagi pengembang untuk membangun RSh di kawasan perkotaan. Apalagi, belum ada dukungan nyata dari kepala daerah untuk memberikan kemudahan bagi pembangunan rumah yang diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). âJika semua proyek perumahan mendapat perlakuan sama, tak ada pengembang yang mau membangun RSh. Bisa membangun RSh, namun lokasinya di daerah-daerah. Apa pengembang skala menengah besar mau,â kata Nurhadi, Sabtu (2/10). Tidak hanya itu, rata-rata konsumen RSh adalah membeli rumah sebagai tempat tinggal pertamanya, sehingga pilihan pertama adalah lokasi tak jauh dari tempat pekerjaan. Padahal, di Jatim saja masyarakat khususnya MBR yang membutuhkan rumah tak terpusat di kota-kota besar. Banyak di antaranya yang tinggal di desa-desa atau pelosok kecamatan. âKarena itu, perlu pemerataan lokasi RSh. Untuk membangun RSh tak harus ratusan unit. 20 atau 50 unit sudah bisa, namun menjangkau kecamatan,â ungkapnya. Ia berharap bakal muncul pengembang baru di daerah dengan produk RSh. Nurhadi membandingkan jika ada industri kecil menengah (IKM), pengembang pun harus ada skala itu. Menurutnya, tak terlalu sulit untuk mewujudkan proyek RSh, yang penting ada legalitas rumah ikan bangunan (IMB), jaringan listrik, air dan sertifikat. âKami yakin cukup banyak masyarakat Jatim yang ingin masuk sektor ini. Misalnya, dengan memanfaatkan lahan miliknya. Kami siap mendukung dan membantu,â tegas Nurhadi. Untuk itu, ia meminta kepala daerah bisa memberi kemudahan bagi pengembang pemula di daerah yang mengembangkan RSh, misal menyangkut izin, pengurusan IMB atau infrastruktur jalan masuk.ndio Dibaca: 20 kali |
| Pejabat Malaysia saja, belajar cara mengelola sampah di Jogja !!! Posted: 03 Oct 2010 04:29 PM PDT Untuk itulah dari kesadaran warga perumahan tersebut, di perumahan tersebut dibuat Pusat Pengolahan Sampah Mandiri yang didalamnya adalah diisi dengan sampah yang telah dipilah sesuai dengan kriteria pemilahan yang benar. Dan dari hasil pemilahan ini seperti yang juga telah saya tulis pada tulisan saya yang berjudul Wisata Lingkungan, sampah tidak lagi menjadi barang yang terbuang tapi bahkan menjadi pemasukan bagi paguyuban tersebut. Dan meskipun bagi warga perumahan (elit) tersebut pemasukan tersebut nilainya tidak seberapa; mereka tetap melakukan pemilahan sampah sesuai standar pemiilahan yang ada. Sekali lagi inilah yang patut kita acungi jempol!!! |
| You are subscribed to email updates from rss indonesia rakhma To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
0 komentar:
Posting Komentar