Sawah dan Rawa Diurug Bangun Perumahan in Property |
| Sawah dan Rawa Diurug Bangun Perumahan Posted: 10 Oct 2010 02:41 AM PDT BEKASI (Pos Kota) – Pengurugan lahan sawah dan rawa di Kelurahan Margamulya dan Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara untuk perumahan satu pengembang, dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, di areal yang bakal dibangun perumahan, tidak terlihat adanya pembangunan saluran air. Warga khawatir jika hujan terus menerus, air yang biasanya ditampung di areal rawa dan persawahan, berbalik semuanya ke Kali Baru. "Bisa-bisa Kali baru tidak dapat menampung debit air lagi. Apalagi kalau sudah jadi hunian, buangan air pastinya lari ke Kali Baru. Kalau sudah nggak tertampung, air pasti meluap ke pemukiman sekitar kali," kata Jaja, warga Margamulya. Sementara lokasi perumahan itu sendiri yang kini sudah diurug, lebih tinggi dari jalan raya dan permukaan kali. "Boleh saja bangun permukiman di sini, tapi pikirkan juga dampak lingkungannya buat sekitar. Jangan cuma enak sendiri untuk penghuninya," kata Jaja lagi. Selain itu, saat ini sejumlah jalan yang melalui lokasi perumahan itu juga sebagian sudah rusak parah. Ini terlihat di Jl. Baru. Jl Kaliabang hingga jl. Perjuangan. Jalan kotor akibat ceceran tanah dari truk pengangkut, saat hujan menjadi licin. Sedangkan di jalan yang hanya diaspal, kondisinya sudah berlobang dan bergelombang. Warga juga mempertanyakan, semestinya bila membangun perumahan, tidak merusak jalan umum yang sudah ada. "Memang sempat diperbaiki, tapi dua bulan kemudian rusak lagi bahkan lebih parah," ungkap Dito, warga Kelurahan Perwira. Jika memang Pemkot Bekasi mengizinkan pembangunan perumahan tersebut, warga sekitar berharap sudah benar-benar menyelesaikan berbagai persyaratannya, seperti izin lokasi, izin pengurugan, izin mendirikan bangunan dan yang pasti sudah ada analisis dampak lingkungan (amdal). "Amdal ini kan bukan cuma untuk perumahan itu tetapi juga bagi lingkungan termasuk bagaimana arus lalu lintas. Perumahan ini saja belum jadi tapi kemacetan setiap pagi dan sore di sini sudah parah, apalagi kalau perumahan ini sudah jadi," kata Teddy, warga. Ia berharap sebelum perumahan tersebut dibangun, sebaiknya akses jalan menuju perumahan itu dibangun lebih dulu. "Jika memang pengembang itu mau membangun jalan layang, sebaiknya selesaikan dulu jalan layangnya supaya nggak makin macet kalau harus lewat jalan yang sekarang ada. Terlalu sempit untuk menampung kendaraan, jadi macet terus," ujar Teddy lagi. Saat ini untuk menuju lokasi pembangunan perumahan tersebut memang baru bisa melalui Jl. Perjuangan dari arah Bulan Bulan, Stasiun Bekasi atau Jl.Baru yang berada di sisi Kali Baru. Bisa dibayangkan kemacetan yang terus terjadi dan akan bertambah lagi manakala akses jalan lain tidak ada. (dieni/sir) |
| Posted: 09 Oct 2010 11:19 PM PDT PONOROGO, Puluhan warga Perumahan Griya Asa, Kel Purbosuman, Kec Siman, Ponorogo, melabrak pengembang, Jumat (8/10) malam. Mereka menuntut fasilitas umum yang telah dijanjikan, sudah setahun ini belum direalisasikan. Sejumlah fasilitas yang dituntut warga antara lain, gorong-gorong pembuangan air, pavingisasi jalan, lampu penerangan jalan, pos keamanan, serta taman. Suryatmoko, 40, mengatakan, gara-gara tak ada saluran pembuangan air, limbah meluber ke rumah warga Desa Sekaran, Kec Siman. “Jadi, selama satu tahun ini, kami seperti warga liar yang selalu merasa bersalah terhadap warga kampung di sekitar,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, warga juga tak punya akses masuk ke perumahan, kecuali melalui perkampungan Desa Sekaran. “Kalau warga desa mengamuk dan menutup jalan masuk, bagaimana,” tegasnya. Wakil dari pihak Perumahan Griya Asa yang berbendera MJM Surya Property, Yanwar, meminta maaf kepada warga. “Mulai Senin paving dan aspal akan datang dan pembuatan fasilitas umum akan dilanjutkan,” tandasnya. Dibaca: 121 kali |
| You are subscribed to email updates from rss indonesia rakhma To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
0 komentar:
Posting Komentar